Novel "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah" adalah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda yang berasal dari tepian sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat bernama Borno yang jatuh hati pada seorang gadis Indo China, Mei. Kisahnya berawal ketika Dia berumur 12 tahun, Di lorong sebuah rumah sakit, Borno kecil harus menghadapi kenyataan bahwa Ayah yang amat sangat disayangin…
Sakit Hati....... Kebencian....... Dendam Kesumat...... Tangis dibalas tangis..... Luka dibalas luka........
Di Negeri di Ujung Tanduk, pencuri, perampok, berkeliaran menjadi penegak hukum. Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi. Tapi setidaknya, Kawan, dalam situasi apapun, petarung sejati akan terus memilih kehormatan hidupnya. Bahkan ketika nasib di ujung tanduk. Dia akan terus bertarung habis-habisan, bersama sahabat sejati. Karena esok, matahari akan terbit sekali lagi. Bersama harapan.
Buku ini tentang Rasuna, yang tinggal di lingkungan sangat beragam, dengan segala permasalahannya. Masa anak-anak yang seru dan lucu, mulai dari sekolah, lapangan bermain, belajar bela diri, hingga kehidupan pasar dan gang-gang sempit. Saat Rasuna paham, dunia memang bagai pelangi. Berbeda tapi indah.
"Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan." Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menkjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian ya…
Kenapa Bapak dan Mamak sejak kecil selalu bilang, “Kau spesial, Burlian”. Itu cara terbaik bagi Bapak dan Mamak untuk menumbuhkan percaya diri dan keyakinan yang menjadi pegangan penting setiap kali aku terbentur masalah, kau selalu spesial. Buku ini tentang Burlian, si anak keras kepala yang memiliki masa kecil sangat spesial. Kelak dia akan mengelilingi dunia, menyaksikan betapa luasnya d…
Aku Eliana, si anak pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebnaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan." Buku ini tentang Eliana, anak pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lemah kampungnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahu-membahu melakukan perlawanan. Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.