Buku ini berlatar di sebuah pondok di pinggiran kota tua, tempat seorang filsuf tinggal dan mengajar bahwa dunia ini sederhana dan kebahagiaan bisa diraih seketika oleh siapa saja. Seorang pemuda yang merasa hidupnya tidak adil, penuh beban, dan tidak bahagia datang untuk mendebat sang filsuf. Melalui perdebatan sengit selama lima malam, pandangan sang pemuda perlahan runtuh dan berubah.