1. Rezeki datangnya dari Allah *iyya kana budu wa iyya kanastain: hanya kpd-Mu kami menyembah&hanya kpd-Mu kami meminta pertolongan -> ibadah dulu baru meminta kpd Allah. Jangan apa2 langsung mau minta, tapi ga pernah ibadah. *Harus yakin bahwa Allah lah satu2nya yg memberikan rezeki. Kalau ga percaya dengan rezeki,berarti ga percaya dg Allah. 2.Keberkahan harta *dari imam syafii yg mend…
Sabada jadi anggota Koperasi mah Nana teu cape teuing ngurus dagangan hasil tatanenna. Bisa jongjon sakola. DI kebonna lain bae aya pelak sampeu jeung samangka, ayeuna mah geus ditambahan ku pelak gedang. Maksudna, lamun keur teu usum samangka, Nana bisa ngajual gedang. Uana kacida atohna, pedah kebonna bisa dimangpaatkeun. Indungna rueeus pisan ningali kamotekaran Nana. Nu leuwih matak ngagu…
Teu jauh ti lembur aya tangkal kiara nu umurna geus ratusan taun. Caroneom, geueuman, disebutna Legok Kiara. Rea dongengna Legok Kiara teh. Cenah nu ngalanto kadinya mah balikna so gering. Dipahing pisan barudak ulin ka Legok Kiara, komo wanci sareupna mah da cenah aya nu ngageugeuhna. Hiji mangsa, basa keur milu moro beurit, Emod jeung Si Sadun ulinna kamalinaan. Teu eungeuh geuning maranehna…
“Ada … hantu,” bisik Sara dengan ekspresi aneh. “Seorang anak perempuan berambut merah. Dia mengenakan gaun putih.” Hiiiy! Masa, sih, ada hantu di dalam Gedung Pintu Seratus? Darryl tidak percaya pada Sara, temannya. Apalagi Sara juga terkenal banyak bicara. Paling-paling Sara cuma mengada-ada! Tetapi, Darryl melongo ketika sosok hantu itu ternyata terekam kamera. Benarkah itu hantu…
"Aku yakin setiap orang pernah mengunjungi tempat yang membuatnya tak ingin kembali atau bahkan tak ingin mendengar namanya. Bukan karena tak istimewa, lingkungannya kumuh, atau makanannya tak lezat, tapi karena ia bisa menemukan dirinya yang lama di tempat itu. Seperti ibuku, yang tiba-tiba tak menyukai Yogya. Aku lahir dan dibesarkan dalam budaya Sunda. Tingkah laku, sifat, peran, hingga k…
Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa. Tapi sesungguhnya di manakah kebahagiaan itu hinggap? Di manakah hakikat kehidupan itu tersembunyi? Apakah seperti yan…
Novel "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah" adalah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda yang berasal dari tepian sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat bernama Borno yang jatuh hati pada seorang gadis Indo China, Mei. Kisahnya berawal ketika Dia berumur 12 tahun, Di lorong sebuah rumah sakit, Borno kecil harus menghadapi kenyataan bahwa Ayah yang amat sangat disayangin…
Anak Semua Bangsa merupakan buku karya Pramoedya Ananta Toer. Cerita dalam novel ini menggambarkan kehidupan di masa penjajahan kolonial Belanda di Indonesia. Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karen…